Informasi Seputar Kejar Paket:
Diberdayakan oleh Blogger.

Landasan Hukum Kejar Paket/ Sekolah Penyetaraan Pendidikan NonFormal

Pendidikan kesetaraan merupakan bentuk layanan pendidikan nonformal  yang diharapkan dapat berkontribusi lebih banyak terutama dalam mendukung suksesnya program wajib belajar pendidikan dasar sembilan tahun (Wajar Dikdas 9 Tahun) yang dicanangkan pemerintah sejak tahun 1994, yakni melalui penyelenggaraan program pendidikan kejar Paket A dan Paket B, serta perluasan akses pendidikan menengah melalui penyelenggaraan program Paket C.

Pendidikan Kesetaraan pada dasarnya bertujuan memberikan kesempatan kepada warga masyarakat untuk mengikuti pendidikan dasar dan menengah yang bermutu dan relevan dengan kebutuhan peserta didik yang tidak memiliki kesempatan belajar pada pendidikan formal. Peningkatan perhatian dan peran serta masyarakat terhadap program Paket A dan Paket B perlu diimbangi dengan upaya penyiapan kompetensi peserta didik agar memiliki kesiapan untuk terjun ke masyarakat dan dunia kerja, karena sebagian besar dari mereka tidak melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. Hal ini sejalan dengan kebijakan Direktorat Jenderal Pendidikan Nonformal dan Informal (Ditjen PNFI) untuk mengembangkan program Kecakapan Hidup (Life Skills) pada pendidikan kesetaraan. Untuk membantu pelaksanaan pembelajaran akademik dan pembekalan kecakapan hidup pada program Paket A dan Paket B, pemerintah melalui Departemen Pendidikan Nasional telah mengalokasikan dana bantuan langsung (blockgrant) berupa Bantuan Operasional Penyelenggaraan Program Paket A dan B yang bersumber dari APBN.

Program Paket A adalah  program pendidikan pada jalur nonformal setara dengan SD/MI bagi siapapun yang terkendala ke pendidikan formal atau memilih Pendidikan Kesetaraan untuk ketuntasan pendidikan. Pemegang ijazah Program Paket A memiliki hak eligiblitas yang sama dengan pemegang ijazah SD/MI. Program Paket B adalah program pendidikan pada jalur nonformal setara dengan SMP/MTs bagi siapapun yang terkendala ke pendidikan formal atau memilih Pendidikan Kesetaraan untuk ketuntasan pendidikan. Pemegang ijazah Program Paket B memiliki hak eligiblitas yang sama dengan pemegang ijazah SMP/MTs. Program Paket C adalah program pendidikan pada jalur nonformal setara dengan SMA/MA bagi siapapun yang terkendala ke pendidikan formal atau memilih Pendidikan Kesetaraan untuk ketuntasan pendidikan. Pemegang ijazah Program Paket C memiliki hak eligiblitas yang sama dengan pemegang ijazah SMA/MA.

Dasar-Dasar Kebijakan Kejar Paket A, B, Dan C

Dasar pertama kebijakan kejar paket adalah Undang–Undang Dasar 1945 Pasal 28B Ayat 1
“Setiap orang berhak mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya, berhak mendapatkan pendidikan dan mendapatkan manfaat dari ilmu pengetahuan dan teknologi, seni dan budaya demi meningkatkan kualitas hidupnya demi kesejahteraan umat manusia”. 
Kemudian UUD tersebut dalam implementasinya diperkuat oleh Undang–Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 5 ; ayat (1 dan 5). 1) Setiap Warga Negara mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang bermutu. 5) Setiap Warga Negara berhak mendapatkan kesempatan meningkatkan pendidikan sepanjang hayat.

Dalam UU Nomor 20 Tahun 2003 dijelaskan dengan Pasal 13 ayat (1) Jalur Pendidikan terdiri atas pendidikan formal, nonformal, dan informal yang dapat saling melengkapi dan memperkaya. Diperkuat lagi dengan Pasal 17; ayat 2 Pendidikan dasar berbentuk Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) atau bentuk lain yang sederajat serta Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs), atau bentuk lain yang sederajat. Namun pasal di atas masih menjelaskan mengenai sekolah dasar dan sekolah menengah pertama, belum menjelaskan kepada pendidikan menengah atas.

Sedangkan mengenai pendidikan menengah atas dan penggantinya dijelaskan dengan  Pasal 18; ayat 3 Pendidikan menengah berbentuk Sekolah Menengah Atas (SMA), Madrasah Aliyah (MA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dan Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK), atau bentuk lain yang sederajat. Kemudian Pasal 17 dan 18 tersebut dijelaskan dalam penjelasan Pasal 17 dan Pasal 18 menyatakan bahwa pendidikan yang sederajat dengan SD/MI adalah program Paket A dan yang sederajat dengan SMP/MTs adalah program paket B, Sedangkan pendidikan yang sederajat dengan SMA/MA adalah program paket C.

Kalau pasal di atas menjelaskan mengenai pendidikan formal, pasal yang menjelaskan pendidikan nonformal adalah Pasal 26; ayat (1,2,6): Pendidikan nonformal diselenggarakan bagi warga masyarakat yang memerlukan layanan pendidikan yang berfungsi sebagai pengganti, penambah dan atau pelengkap pendidikan formal dalam rangka mendukung pendidikan sepanjang hayat. 2) Pendidikan non formal berfungsi mengembangkan potensi peserta didik dengan penekanan pada penguasaan pengetahuan dan ketrmpilan fungsional serta pengembangan sikap dan kepribadian professional. 6) Hasil pendidikan non formal dapat dihargai setara dengan hasil program pendidikan formal setelah melalui proses penilaian penyetaraan oleh lembaga yang ditunjuk oleh Pemerintah atau pemerintah daerah dengan mengacu pada standar nasional penilaian. Setiap peserta didik yang lulus ujian program Paket A, Paket B, Paket C mempunyai hak eligibilitas yang sama dan setara dengan pemegang ijasah SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/MA untuk mendaftar pada satuan pendidikan yang lebih tinggi. Berdasarkan keterangan pada pasal tersebut, pada dasarnya pendidikan nonformal disamakan statusnya dengan pendidikan formal.

Keterangan mengenai pendidikan nonformal di atas diperjelas dan dijabarkan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan. Pasal 1 ayat 3 menjelaskan, Pendidikan nonformal adalah jalur pendidikan di luar pendidikan formal yang dapat dilaksanakan secara terstruktur dan berjenjang. Kemudian dijabarkan dengan Pasal 5 s.d Pasal 18 tentang standar isi pendidikan dasar dan menengah; dan implementasinya dijelaskan dengan Pasal 25 s.d Pasal 27 tentang Standar Kompetensi Lulusan. Kemudian dikerucutkan lagi dengan  Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2007 Tentang Standar Isi untuk program paket A, program paket B, dan program paket C yang mencakup: Beban Belajar dan Struktur Kurikulum, dan  Beban Belajar, Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan dan Kalender Pendidikan. Peraturan yang menjelaskan lebih lanjut mengenai Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan adalah Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2006 Tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar Dan Menengah menegaskan beberapa poin penting berikut : Standar Kompetensi Lulusan Satuan Pendidikan (SKL-SP) dikembangkan berdasarkan tujuan setiap satuan pendidikan, yakni: a) Pendidikan Dasar, yang meliputi SD/MI/SDLB/Paket A dan   SMP/MTs./SMPLB/Paket B bertujuan: Meletakkan dasar kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut. b) Pendidikan Menengah yang terdiri atas SMA/MA/SMALB/Paket C bertujuan: Meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut.

Fasiltas PKBM Kreatif

Gedung PKBM Kreatif
Untuk mendukung pembelajaran, PKBM Kreatif memiliki faslitas yang tidak sama dengan beberapa PKBM, kebanyakan PKBM tidak memiliki gedung sendiri dan dalam arti kata menumpang di sekolah-sekolah dalam poses belajar maupun ujian Kejar Paket A, B dan C.
  1. Banyak Yang bertanya kepada kami antara lain, 
  2. Apakah gedung kami ada?
  3. Apakah Ujian melaksanakan sendiri?
  4. Bagaimana fasilitas dalam ujian Kejar Paket A, B dan C diselenggarakan?
Dari seluruh pertanyaan di atas kami menjawab dengan JELAS bahwa: 
  • Kami memiliki fasilitas gedung sendiri ( tidak sewa, tidak numpang apalagi minjam), sehingga kenyamanan dan pelaksanaan proses belajar Kejar Paket A, B dan C nyaman dan terjamin.
  • Kami sudah disertifikasi dan berhak melaksanakan ujian kejar paket A, B dan C sendiri berdasarkan data yang kami masukkan di DAPODIK pengelolaan PKBM di tingkat Daerah dan Nasional. Jadi tidak ada alasan kami tidak resmi.
  • Fasilitas Ujian Kejar Paket A, B dan C sesuai dengan ujian NASIONAL tingkat SD, SMP dan SMA pada umumnya, tidak ada perbedaan. Berhubung untuk tahun 2017 ini kami berkomitmen menyelenggarakan Ujian Kejar Paket A, B dan C secara Komputer. Hal ini sesuai dengan arahan dari PKBM/PNF SUMUT.
Untuk itu Silahkan Hubungi kami di SINI untuk mendapatkan informasi seputar Kejar Paket A, B dan C.

Batas Pendaftaran Ujian Kejar Paket A, B dan C di PKBM Diperpanjang

MUHAMMAD NASIR, SH, (ANGGOTA DPR-RI DUA PERIODE 2009-2014, 2014-2019) SALAH SEORANG ALUMNI PKBM KREATIF/PEMNAS
Alhamdulillah, kesempatan bagi saudara, teman dan keluarga yang tidak memiliki ijazah Sd/Sederajat, SMP/ Sederajat dan SMA/ sederajat dierpanjang hingga bulan Agustus 2017, dan untuk ujian dilasanakan bulan Oktober 2017. Hal ini dilakukan untuk mengimput data peserta Ujian Kejar Paket A, B dan C secara Online di DAPODIK, sehingga peserta RESMI terdaftar pada peserta Ujian Kejar Paket A, B dan C secara Nasional.
Jadi segera daftarkan diri anda, keluarga dan saudara anda yang tidak memiliki ijazah SD, SMP dan SMA untuk berkesematan melanjutkan Kejenjang pendidikan yang lebih tinggi atau untuk memenuhi syarat di dunia kerja. Silahkan hubungi kami di SINI

Ujian Kejar Paket Bulan Oktober 2017

Ujian kejar paket C untuk bulan ini diadakan bersamaan dengan Ujian Nasional untuk jenjang SMA/ MA sederajat  dilakukan, yaitu di awal bulan April 2017 ini, dan pemerintah memberi kesempatan kepada masyarakat yang berkeinginan untuk unjian kejar paket C (dan termasuk Kejar paket A dan B) diselenggarakan pada bulan Oktober 2017 ini.
Persyaratan Ujian Kejar Paket pada bulan Oktober 2017 ini hapir sama dengan ujian kejar paket pada umumnya, yaitu: 
  1. Foto Copy Ijazah Sebelumnya (dilegalisir oleh sekolah asal) rangkap 6
  2. Foto Copy Akte Kelahiran
  3. Foto Copy Kartu keluarga
  4. Pas Foto Berwana 4x6 6 lemar ( dengan menggunakan kemeja putih )
  5. Pas Foto Berwarna 3x4 6 lembar ( dengan menggunakan kemeja putih )

Seluruh persyaratan dikirim via Pos/JNE/TIKI ke alamat kami disini.  ( Sebelum akhir April 2017, kalau pendaftarn dilakukan setelah April, maka ujian akan di adakan bulan April tahun 2018.
Untuk lebih jelasnya, silahkan hubungi kontak kami pada WEB ini.

Ujian Kejar Paket Berbasis Komputer

Tahun ini merupakan tahun awal penyelenggara ujian kejar paket A, Ujian Kejar Paket B dan Ujian Kejar Paket C berbasis komputer, hal ini berbeda ujian tahun-tahun sebelumnya yang menggunakan manual. Ujian kali ini juga berbeda, disebabkan seluruh data peserta ujian kejar paket harus memasukkan data mereka melalui PKBM penyelenggara keadalam data pokok dinas pendidikan atau DAPODIK sehingga ijazah yang dikeluarkan berdasarkan data tersebut, hal ini menghindari tindakan ilegal berkaitan dengan ijazah.
Ujian kejar Paket berbasis Komputer diselenggarakan bersamaan dengan ujian Nasional SMU sederazat yang juga hampir rata--rata mengunakan UNBK dalam pelaksanaanya. Perubahan ini diharapkan kualitas lulusan Ujian Kejar Paket tidak memiliki perbedaa dengan peserta Ujian Nasional pada umumnya.
Ujian Kejar Paket A, Ujian Kejar Paket B dan Ujian Kejar Paket C diselenggarakan pada tahun ini pada bulan 4 ( April ) dan 10 ( Oktober ) sehingga memeberikan peluang kepada calon peserta yag tidak memiliki waktu belajar dapat merasaka dan memeiliki ijazah setara SD, SMP dan SMU/ Sederazat.